Sudah tiga hari saya sedikit punya waktu luang baik dikantor maupun dirumah.Jadi saya punya waktu luang untuk mereview posting yang sudah sudah.Kadang saya merasa perlu melakukannya,hanya untuk menegaskan bagaimana saya membawa perasaaan saat masalah datang dan saat keberhasilan teraih.Kebanyakan sih saya melakukan review saat masalah datang ,saya akan mencari posting mana yang saya tulis ketika masalah datang dimasa lampau,bagaimana saya membawa perasaan saya saat itu,bagaimana saya mengatasinya,hingga saya bisa baik baik saja sampai sekarang.
Kemarin juga saya lakukan itu,saya baca ulang posting saya secara acak,lalu saya lega........ aah,masalah yang dulu datang jauh lebih berat dari kali ini dan buktinya saya masih disini dan baik baik saja.Apa yang saya lakukan saat itu?.Percaya.....Percaya membuat kita iklas menjalani hidup.Percaya bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan umatnya mengatasinya.Percaya bahwa detik,menit ,jam,hari bahkan abad akan berganti dan masalah akan berlalu dibelakang.Pecaya jika kita telah pernah mengahadapi masalah yang lebih berat dari yang sekarang tentu ini bukanlah apa apa.
Saya belajar ini dari seorang enterpreneur yang sudah sukses meraih hidup yang diiginkanya.Dia adalah Om saya sendiri dari keluarga Bapak.Om saya masih bisa dibilang meraih sukses diusia muda,saat itu mungkin dia belum sampai 40 tahun.Beliau hanya percaya bahwa impiannya akan tercapai itu saja,katanya saat saya tanya apa resep kesuksesannya.Saat ini beliau bisa dibilang lebih dari cukup dari sisi finasial,tentu untuk ukuran kota kecil tempat tinggal kami.Ini terbukti ketika saya disuruh memberi tanggapan tentang posisi laporan keuangan usahanya,saya sampai kaget,setahun yang lalu sekitar November perusahaan ini masih punya hutang usaha 20 juta perbulannya dengan sisa bulan sekitar 8 bulan.Dan profit yang diharapkan bisa menutup hutang usaha hampir tidak bisa diharapkan jika melihat order list customer mereka untuk 4 bulan kedepannya.Tapi di bulan Maret tahun ini posisi utang usaha mereka 0%.
Itu karena beliau memiliki banyak keran penghasilan yang bekerja sendiri.Pengasilan terbesar danpenyumbang cahflow tercepat memang dari produksi furniture jati yang saya lihat laporannya itu,namun usaha usaha lain tidak bisa dikecilkan artinya sebagai keran pengasilan,ada toko handphone yang sudah merambah sebagai suplier voucher bagi small counter di desa desa ,ada lagi cafe bar yang cuma satu satunya dikota kecil itu cafe cozy bagi karyawan dan enterpreneur kota kecil memang susah ditemukan dikota sekecil itu,lalu ada pula kapling kapling tanah untuk perumahan perumahan yang terus menerus meluas.Lalu hasil produkasi furniture ataupun sisa kayu yang out of standar dijual di toko bangunan yang sengaja didirikan untuk salah satu adiknya sekirtar 5 tahun yang lalu dan sekarang sudah memiliki 2 cabang.Untuk memancing orang mendirikan rumah ditanah kapling yang dijualnya dibangunlah 2 unit rumah besar untuk ditempati adik adiknya yang lain,itung itung iklan katanya.
Dulu saya sangsi akankah tanah berbatu yang meskipun dibibir kota dan dilintasan jalan raya ,namun masih kayak hutan gitu bisa laku.Apa ini tidak gambling ,karena beliau harus merogoh modal besar untuk pengaspalan jalan masuk,telepon,listrik dan air ,yang notabene harus disponsori olehnya.Tapi ternyata dia membangunkan rumah persis diujung kapling untuk adik adiknya ,otomatis semua lintasan fasilitas yang dibutuhkan melalui seluruh tanah kapling itu.Apa resepnya Om? Percaya,percaya saja ini ada ujungnya,kamu akan lebih iklas menjalani hidup,katanya.
Thanks Om Tunik
masih dioffice,masih ampibi
Kadek
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar