Selasa, 04 Desember 2007

SECOND INCOME?

Sampai saat ini,saat dimana saya sudah merencanakan dengan matang income plan berikutnya,saya masih benar benar tidak fokus pada pengelolaan finansial.
Bahkan saya tidak bisa menetukan yang mana sebenarnya main income kami,padahal hal ini adalah hal penting ,karena dengan begitu kita bisa fokus dalam pengelolaan sumber income itu.

Libur hari ini saya konsen untuk stock opname isi warung yang sudah mulai amburadul,karena jarang dijenguk.Ini saya bilang hanya side income ,tapi sangat penting artinya karena dari sini saya ngk usah mikirin gimana bayar pembantu dan juga urusan inti dapur(walaupun urusan makan kami masih belum bisa menghilangkan kebiasaan makan diluar yang artinya adalah dapur extra).

Second income-kah ini?Karena kalau melihat salah satu kriteria main income"kalau sebuah sumber income dihapus dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan pokok"maka income warung ini masuk kriteria main income.Coba kami tutup warung ini,maka kami akan kehilangan cashflow rata rata 200.000 rupiah perhari yang artinya kami harus mencari sumber income yang lain untuk dapur yang selama ini kami ambil dari cashflownya warung(meskipun itu benar benar salah)Dan gaji yang biasa kami konsumsi untuk keperluan pribadi(egois ya..!)harus kami atur seperti pegawai negeri sebagai pengganti uang dapur.

Jika kami mengandalkan gaji sebai main income,rasanya ngk,karena gaji seperti yang diibaratkan oleh Pak Safir Senduk,hanya numpang lewat direkening saja,karena sudah kami kreditkan dengan keperluan pribadi yang datang lebih dulu(atau lebih tepatnya karena mind set bodoh kami yang sedang berusaha dirubah).

Jika Uang sewa 17 kamar kost-kostan warisan ortu yang kami kelola , meskipun masih dipercayakan kepada kami yang tidak bisa dipercaya,namun tentu ini tidak bisa disebut main income mengingat ini bukanlah milik kami,melainkan milik orang tua yang sewaktu waktu bisa dicabut hak gunanya mengingat kami masih punya adik adik yang belum nikah.

Jadi kesimpulannya usaha yang sedang kami rintis dibidang tourism ini akan benar benar kami fokuskan sebagai main income ,dengan menetukan kriteria seperti berikut ,agar nantinya kami bisa memilah menurut skala prioritas baik dari segi modal ,resiko,keterlibatan,dan tentu saja hasil yang seimbang.

Kriteria yang saya maksud adalah:

1.Skala hasil yang paling besar diantara sumber income yang sudah kami miliki.

2.Modal yang lebih besar dibandingkan dengan sumber income lain butuhkan,namun sejauh ini modal yang dimaksud lebih kepada nodal kecakapan,non finansial(berkat ilmu Pak Roniyuzirman saya anti terjebak aktiva tetap ,leasing adalah pilihan yang lebih baik)

3.Resiko yang lebih besar,tentu saja mengharapkan hasil yang lebih besar memerlukan pengorbanan yang lebih besar pula bukan?Kali ini kami mengorbankan waktu saya nguli di tempat orang yang artinya resikonya adalah kehilangan umber penghasilan yang selama ini terbesar diantara sumber sumber income yang kami miliki.Karena saya belum sampai pada tahap menduplikasi diri ,seperti yang diajarkan oleh ilmu ilmu motivator itu,dan saya fikir kami masih dalam tahap trial and error ,jadi ketotalan focus benar benar jadi taruhannya.

4.Kontribusi masa depan yang paling besar diantara sumber sumber income yang lain,dalam hal ini kami yakin bahwa dimasa depan sumber income inti ini akan memberi waktu lebih luang kepada kami saat kami hanya jadi decision maker,kontribusi finansial yang lebih baik tentu saja karena memang kami merancang margin yang lebih tinggi disini,kenyamanan yang berjalan seiring dengan segala kenaikan grade income kami.

Doa dan uasha kami tidak pernah surut,danrestu dari orang tua senantiasa kami mohonkan agar usaha ini berjalan denagn restu.


Offday at home.
Kadek

Tidak ada komentar: