Tahun depan kami ingin punya main income seperti yang saya ceritakan sebelumnya disini .Lalu dengan optimis kami mulai merancang semuanya,dan akhirnya kami terfikir kenapa nggak sekalian saja disediakan modal untuk rencana ini,karena kami yakin ini akan berhasil,tanpa mengesampingkan resiko yang mungkin ditimbulkannya.
Kami sangat beruntung karena beberapa minggu yang lalu ada sebuah lembaga perbankan yang menyediakan program pembiayaan UKM,DANAMON SIMPAN PINJAM,yang menitipkan brosur di warung kelontong kami.Brosur itu berisi tentang pinjaman untuk UKM tanpa agunan.Karena kami berdua disibukkan oleh urusan TDB yang harus diprioritaskan,maklum kami numpang menadahkan tangan disana,brosur itu sampai lecek dipakai mainan oleh anak anak.
Ketika cuti saya melihat brosur itu kembali lalu sorenya berunding dengan partner sang decision maker ,suami tercinta.Seperti biasa terjadi adu argumen dulu sebelum tercapai kesepakatan hari itu.
Kami memang disatukan oleh perbedaaan dan syukur pada Hyang Widhi atas itu,karena dengan perbedaan itu kami saling melengkapi sampai sekarang dan mudah mudahan sampai akhir nanti.Dia tipikal yang sangat berhati hati,penuh perhitungan tapi dimata saya kadang bikin sakit perut mules ,karena ketakutannya mengambil resiko membuat semua rencana yang sudah tersusun rapi bahkan dengan hitungan resikopun,jadi kandas ditengah jalan,hanya gara gara dia takut gagal.Saya dengan rush tipikal ,yang sangat praktis,cepat dan terorganisir,namun terkadang membuatnya sakit kepala sampai memejam karena dia bilang seperti dipaksa meluncur di air terjun Niagara,padahal dia belum tau apa rasanya.
Singkat cerita akhirnya kesepakatan dicapai,baru pada tahap kami akan meminjam modal.Kami belum tahu betul detailnya seperti apa.Lalu saya mengurus segala sesuatunya,kami belajar banyak dari sini kami tahu bahwa meminjam modal disebuah lembaga keuangan resmi tidaklah semudah meminjam uang dari teman atau kerabat.Dibutuhkan sebuah kepercayaan atas usaha kita dan kredibilitas kita sebagai pengusaha.
Karena pinjaman ini tanpa agunan maka syarat utama yang diajukan pihak bank adalah kredibilitas usaha kami yang sudah ada.Untungnya sejauh ini laporan keuangan kami dari usaha sebelumnya memang bisa kami paparkan secara gamblang ,kost kost-an yang dilengkapi warung kelontongpun bisa jadi masive income yang bisa dipercaya bank sebagai UKM yang potensial untuk lahan investasi.Hal yang memudahkan pula karena usaha ini sudah berdiri lebih dari 5 tahun dan kami sudah memiliki ijin dari kelurahaan atas usaha ini,seperti kata Pak Roniyuzirman,jangan remehkan bisnis recehan,terbukti sekarang bisnis recehan ini memodali bisnis lainnya.
Sejak 2 hari yang lalu kami sudah memulai melaksanakan apa yang sudah menjadi rencana saat memutuskan meminjam modal.Focus kami tetap pada pengembangan tourism bisnis yang akan jadi main income.Namun tetap pula harus memperhatikan second income yang sudah berjalan bukan?.
Kami merubah set kelontong menjadi lebih focus ke warung warung sekitar rumah.Kalau dulu rumah belanja ini kami tujukan untuk penghuni kost-kostan yang memang perjumlah puluhan rumah di komplek perumahan ini(artinya kamar kostnya mungkin mencapai ratusan kamar),karena memang komplek perumahan kami dekat dengan sebuah Universitas di Denpasar,sekarang kami mulai fokus pada pedagang pedagang kecil disekitar rumah kami,agar mereka membeli barang dagangan di warung kelontong kami.Caranya sejak kemarin kami merubah display ,meletakkan barang barang grosir di layout depan.Tidak cantik memang ,seperti image sebelumnya yang mengutamakan kenyaman berbelanja bagi anak kost yang notabene mahasiswa.Namun kami yakin sasaran pasar kali inipun potensial,mengingat jalan rumah kami adalah jalan lintasan pasar dari arah anyelir dan akasia menuju pasar Ketapian.Kami juga tetap melayani anak anak kost dengan menjual eceran seperti sebelumnya.
Sekarang penjaga warung kami tentu bekerja lebih extra,dan kami sudah memikirkan itu,kami memberi motivasi padanya,dengan memberi insentif padanya bila dia mencapai target penjualan perbulannya.
Untuk kost-kostan,kami berencana memberi sentuhan baru ,dengan mengganti halaman yang sekaligus lahan parkir yang semula semen biasa ,dengan pemasangan paping yang lebih rapi.Paping memang sudah dipesan dan dibayar DP,namun pengerjaan baru bisa dimulai minggu depan karena kendala libur yang panjang.Gemes juga rasanya nugguin,buat saya yang mau instan memang satu minggu itu rasanya seabad,masalahnya dari pada cash flow tertanam di DP yang lumayan besar dan harus nunggu ,sebenarnya uang tersebut bisa berputar dulu diwarung.Seminggu uang segitu bisa beranak 3 % kali 7 hari.Saya memang berbasic accounting,untung saja dijodohkan Tuhan dengan laki laki berbasic managemen nan sabar dan hati hati,jadi nggak grasa grusu.
Sekarang alokasi untuk tujuan utama pinjaman ini,kami sudah mulai men-set home office dilantai dua bekas ruang tamu.Namun jangan salah,saya masih tetap ingat dengan wejangan pak Roniyuzirman di sini,kami hanya membeli keperluan baru yang benar benar mendukung usaha baru ini.Soal dana habis diaktiva tetap,tetap jadi prioritas kehati hatian kami.Thanks pak Roni!!.
Kami hanya memfokuskan budget untuk buka web ,brosur,dan antisipasi biaya vendor.Untuk komputer dan lain lain kami masih menggunakan yang sudah ada.Yang jadi investasi terbesar disini adalah ,waktu saya nguli,yang artinya menutup sebuah keran ,seperti yang saya ceritakan sebelumnya.
Namun lagi lagi kami bersyukur,karena kami menutup satu keran agar keran lain dipipa yang sama lebih deras alirannya.Keran baru ini membutuhkan pemeliharaan lebih baik agar mengucurkan aliran lebih deras dan lebih lama.Semoga.....
Dikantor ,mau resign
Kadek
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar