Selasa, 18 Maret 2008

"WE WILL RECOMANDED YOUR SERVICE"

Kalimat diatas adalah hal yang paling ditunggu seluruh pelaku bisnis saya rasa.Jika seorang customer kita, senang atas apa yang kita jual lalu mengucapkan kalimat itu ,mengesampingkan tulus tidaknya ucapan itu,tentu ini jadi point positif buat dagangan kita bukan?.At least customer nggak ngerasa biasa biasa saja atau malah komplain atas layanan kita pasca jual.

"hi there,
This is ........................................................... we really had some great time during the tour. You guys really were professional.
our sincere appreciation to the "three" professional team!
Many Thanks again and I for sure will recommend your services to my friends!
Best regards,"

Ini adalah penggalan e-mail yang dikirim pada kami setelah klien kami kembali ke negaranya.Jika kesan baik ini benar benar membuatnya merekomendasikan temannya untuk memakai jasa kami tentu ini akan jadi iklan gratis buat kami.Tapi jangan tanya bagaimana kami berusaha meraih komentar baik setiap kali menghandle customer.Huiiih........

Customer adalah raja buat kami,kami selalu menyempatkan diri memeriksa detail customer jauh jauh hari sebelum mereka tiba di Bali,apakah si istri hamil,sehingga kami harus memilih wisata yang aman untuknya,berapa usia mereka,kind of taste makanan yang mereka nggak suka,mempelajari karakter mereka hingga kami tahu bagaimana bersikap dan lain lain dan lain lain lagi.Semua itu bisa kami ketahui dari e-mail e-mail mereka ataupun dari agent ato teman yang merkomendasikan mereka kepada kami.

Masing masing warga negara berbeda ,memiliki karakteristik sendiri sendiri,jadi treatment kamipun pasti berbeda bagi setiap tamu,because everybody is special.

Lalu kami akan menyambut dengan ramah mereka, sejak dibandara,memberi flowers lay sebagai ungkapan selamat datang,dan melepas mereka dipenjemputan oleh hotel car service mereka.Biasanya dihotel kami telah menitipkan welcome letter beserta susunan schedull untuk acara liburan mereka.

Sepanjang perjalanan tourpun kami sangat memperhatikan mereka,apakah mobil cukup nyaman.Dimobil kami selalu menyediakan cold drink,ossibori(handuk dingin dan harum),snack kecil diiringi musik khas Bali, rindik, mengalun rendah.

Sepanjang tour sesi ataupun photo sesi kami senantiasa menciptakan suasana rilex buat mereka karena itulah tujuan liburan mereka.Sedikit saja senyum mereka menghilang kami akan buru buru mencari tahu ada apa ,adakah yang tidak mereka suka ,atau apa yang mereka inginkan.Kami memang memberikan service yang terbaik buat mereka.Kepuasan buat kami adalah bila mereka para customer merasa senang ,bahagia,tersenyum ,terawa,dan terkagum kagum .Bidikan kamera akan menangkap setiap moment dan expresi asli mereka ,dan kami ingin rekaman yang mereka simpan entah sampai kapan itu ,menjadi rekaman terindah dalam hidupnya.......

Sabtu, 15 Maret 2008

SELLING POINT

Jumat kemarin bener bener ngk ada waktu buat tarik nafas pas jam kerja(he...he.. hiperbola kadang melegakan ati sendiri lho...).Gimana nggak?.Schedull udah saya atur sedemikian rupa ,tapi budaya orang kita (termasuk saya kadang kadang) yang tidak tepat waktu membuat semua the definitly organized schedull become definitly ancur skedul.Jadi nggak enak gimana gitu sama si Jepang pada, kesannya ini udah jadi behaviornya kita gitu lho.Abisnya setiap kali nulis schedull di white board yang berhubungan dengan orang kita,baik itu vendor,tax consultan,apalagi klien ,ada aja yang saya harus re-schedull pada last minute ,padahal yang lain tu hampir nggak pernah lho.Maksudnya jika si-Jepang punya appoitment dan sudah menulis di whiteboard schedullnya ,hampir nggak pernah mengalami perubahan lagi,dan ironisnya ,mereka lalu bilang "tentu saja begitu, karena appoitment kami dengan orang asing bukan orang lokal".Jedegggg!!!!!!!!,udah kayak stemp di dahi aja kalo orang lokal tu biasa delay,telat,dsb dsb ,plus nggak pernah malu dengan keadaan itu.Wah..sebegitu parahkah pandangan atas budaya telat kita?....

Jumat sebenarnya adalah hari penting buat saya,karena setelah 2 kali iklan terbit buat nyari pengganti saya nantinya setelah saya resign,diputuskan untuk memanggil 6 orang dari mereka dihari jumat.Dan Jumat tersebut saya jadwalkan pula untuk mempertemukan tax consultan dengan GM ,sehubungan dengan tutup tahun pajak dimana urusan SPT udah harus kelar 25 maret ini.Lalu ada pula vendor yang kebetulan minta waktu meeting pada hari yang sama tentang review service kami dalam hal photo.Mereka memberi ide ide baru,menggali kekurangan selama ini dari sisi kami dan juga customer agar mereka bisa upgrade productnya.mereka juga bersedia mensuport alternatif pasar lokal yang rencananya akan dikembangkan oleh staf lokal diperusahaan kami.Sebenarnya ide pengembangan dengan vendor ini saya usulkan sekitar April tahun lalu karena waktu itu saya masih terpikir akan bertahan disini paling tidak 3 tahun lagi.Tapi follow up yang lambat membuat project itu baru bisa setlle sekarang setelah saya memutuskan resign,ya..tentunya akan ada Kadek yang lain yang mengambil alih tugas ini.Saya sangat apreciated the vendor yang satu ini karena mereka selalu bersedia belajar dan belajar lagi dengan menggali semua satisfication coment setiap kali mereka mensuport kegiatan kami sebagai penyedia jasa photo dan video.Itu makanya saya menulis schedull agar mereka bisa meeting bersama GM hari jumat tersebut.Dan mereka selalu tepat waktu....

Eh taunya...salah satu pelamar kerja menelpon 1 jam sebelum jadwal interview kalo dia minta diundur waktunya 3 jam berikutnya karena nggak dapet ijin dari tempat kerjanya yang sekarang.Masuk akal sih,apalagi dia udah bersedia menelpon untuk konfirmasi,tapi tetep aja dongkol.Berapa banyak sarjana antri untuk rebutan kerjaan dan sebenarnya bisa ikut interview menggantikan tempatnya jika dia memberitahukan ini lebih awal.Lalu lebih parah lagi tax consultan ,dia tidak datang 15 menit sebelum jadwal meeting padahal GM yang udah memundurkan jadwal untuk pertemuan lain,lalu saya berinisiatif menelpon 15 menit prior itu,dan benar saja dia memang baru bisa datang 3 jam lagi dengan all of his excuse.We pay him......!!!!!

Saya berharap bisa pergi dari perusahaan ini tanpa menyisakan kesulitan bagi pengganti saya nanti.Maksudnya agar kesan baik dan selesai dengan rapi saat saya tak disini lagi.Bukan hanya buat perusahaan ini tapi buat tanggung jawab pekerjaan saya ,tentu kita yang mau TDA tidak berharap setelah resign masih harus menerima telepon dari bekas tempat kerja kita tentang sesuatu hal yang hanya kita yang tahu bukan?Misalnya karena pelimpahan tugas yang tidak tuntas.Ah..bisa BT deh kalo masih krang- kring krang -kring ,buat urusan yang tidak tuntas itu.

Akhirnya dari 6 kandidat yang kami temui ,saya berharap salah satu dari mereka diterima oleh GM,agar cepat cepat TDA nih.

Lalu saya terpikir apa yang akan saya lakukan selepas saya dari pekerjaan ini.Dulu tamat kuliah saya langsung diterima disebuah perusahaan ritel besar di Indonesia.Perusahaan ini adalah perusahaan terbesar di Indonesia pada masanya.Kegiatannya merambah keberbagai sektor dan fokusnya adalah ritel.Mereka juga mendunia sama seperti perusahaan tempat saya sekarang.Waktu itu saya diterima disalah satu divisinya yang bergerak dalam bidang cookware yang fokus marketnya adalah export.Saya berdiri sebagai store manager salah satu outletnya dan membantu memanage counter bawahan yang kami sebar diseluruh supermarket di Bali.Pekerjaan itu benar benar berbeda dengan pekerjaan saya yang sekarang.Saya jadi banyak belajar ,bagaimana mengelola sebuah perusahaan ritel yang serba ribuan ,baik ribuan product,ribuan karyawan,ribuan item,ribuan customer ,serba cepat ,casual,dan otak dipenuhi dengan angka.Ini memicu saya membuka usaha kelontong setelah 5 tahun belajar tentang ritel,bagamaina display yang baik,bagaiman analisa selling point dan sebagainya.

Dipekerjaan saya yang sekarang saya banyak belajar bagaimana menjual service .Serba manis ,cantik,teratur,perlahan ,detail,tepat waktu,feminim,dimana kepuasan pelanggan adalah hal utama disini,tentu disetiap bisnis pula,namun di bidang service ini ,kita benar benar memperhatikan setiak jentik(emang nyamuk) gerak gerik pelanggan agar kita paham betul menciptakan kepuasannya.Pada ritel kuantitas penjualan adalah focus kami karena kualitas tentu sudah melekat pada merek dan sudah diciptakan oleh perusahaan sejak puluhan tahun sebelumnya.Di service bisnis,menjaga kualitas dari meninjau trend adalah hal utama.Gaya pesta pernikahan ala 10 th lalu tentu sudah tidak memuaskan kebanyakan gaya pesta pernikahan tahun ini.Misalnya saja editing photo pernikahan yang terus mengikuti kemajuan tehnologi .

Intinya saya akan terus belajar dimanapun saya berada ,setiap pelajaran saya harap membawa pada satu langkah kemajuan pengetahuan yang berujung pada kemajuan diri.

Selasa, 11 Maret 2008

PEMBENARAN DIRI

Tadi saya sudah menulis sepanjang 3 spasi yang mugkin terdiri dari 15 baris disini dilembar yang sama.Lalu saya membacanya ulang sebelum menekan tombol publish.Saya tertegun ,di seluruh baris kalimat tertangkap keluh kesah,bahkan tersimpan kemarahan terpendam yang mengarah pada dendam.Ah betapa naifnya saya.Sering kali saya merujuk buku buku tentang positif felling,LOA,Secreat ,tapi sering kali pula saya mencari pembenaran atas kebanggaan diri ketika dendam menyelinap di dada,atas sebuah kejadian dimasa lampau.Saya seringkali merasa puasa ketika menyebut nyebut kilasan masa lalu yang menyakitkan dan menepuk dada karena berhasil melewatinya...........Ah.....rasanya seperti melihat diri sebagai ibu seorang artis yang mengumabar kemarahan pada anaknya di acara gosip gosip itu lho....(he..he..he,suka nonton acara gosip gosip juga ...)

Lalu saya buru buru menghapus posting itu.Saya ingin mengisi perasaan saya dengan perasaan perasaan baik sebisa mungkin.Bukankan kekuatan perasaan beribu kali kekuatan pikiran(saya baca dari sebuah buku Quantum Ikhlas).

Sekarang saya merasa lebih baik.Saya baru saja melewati sebuah kesulitan besar,namun intinya itu teratasi.Ketimbang mengingat betapa beratnya masalah saya seminggu kemarin ,saya lebih suka merasakan betapa nikmatnya hari ini setelah masalah tersebut dapat teratasi.Tentu saja akan ada masalah masalah lebih besar menunggu saya ,tapi saya hanya focus pada bagainaman cara mengatasinya.Saya hanya terus menerus mengalihkan perasaan pada apa rasanya saat masalah itu teratasi.Saya tak mau ambil pusing bagaimana alam menyediakan solusi buat saya,saya hanya menempatkan perasaan saya pada kondisi saat semuanya baik baik saja.Saat saya tersenyum menjalani hari,mengayun langkah dengan ringan ,menjalani hari dengan riang,karena memang semua baik baik saja.

Ini seperti testimonial diri buat saya.Saya perlu menulis dan membacanya berulang ulang untuk membenarkan perasaan baik baik saja ini.Bukan menghindar dari setiap masalah,tapi saya sudah menemukan setiap solusi dari masalah saya saat ini.Seperti yang sudah sudah,saya selalu masih disini ,baik baik saja,bangkit lagi bangkit lagi dan setiap kebangkitan berikutnya selalu saja saya sudah berada di posisi lebih tinggi dari posisi saat saya jatuh tadi.Karena saya sedang terus bergerak,keatas tidak membiarkan dir terperosok kelekukan yang lebih dalam.........

Senin, 10 Maret 2008

BERHENTI SEJENAK

Perenungan di Tahun Baru Caka kemarin membawa saya pada satu titik,berhenti mencari.......Kami berdua sudah lelah pada pencarian ,saatnya berhenti dan menoleh kekeranjang pencarian apa saja yang sudah kami kumpulkan dari hasil pencarian itu.

Saat mulai berjalan berkeliling mengarungi bahtera rumah tangga,mendayung perahu diluas samudra,kami berdua memulai pencarian tanpa arah tujuan.Kami tidak tahu persis apa yang kami cari dan kemana harus kami cari waktu itu.Bahkan kami berdua hanya tahu kami berada dalam satu perahu,namun tidak tahu apakah kami sudah satu tujuan,apakah yang kami cari sudah serupa.

Selayaknya bukan, jika kita berada di satu perahu yang sedang melaju mengikuti waktu tentu kita harus yakinkan ,sebelum naik bahkan,bahwa arah tujuan semua orang yang ikut diperahu haruslah sama,apa yang dicari layaknya serupa,berpemimpin seorang nahkoda terpercaya,berawak seluruh orang yang kuat dan cerdas, cekatan dan tentunya patuh pada sang nahkoda.

Buat kami saat awal menikah semua itu tidak terpikir,kami hanya naik keperahu yang langsung melaju oleh waktu hanya berdasarkan satu hal,kami tidak bisa naik ke perahu yang berbeda,kami akan kehilangan hidup bila dipisah diperahu yang berbeda .

Kami berdua telah mencobanya menuju kearah perahu yang berbeda,namun menjelang naik masing masing memutuskan untuk menoleh dan berlari mendekat sampai akhirnya naik keperahu yang sama karena kami bahagia saat bersama ,saat itu.Kami butakan hati tentang apa rasa kami selanjutnya,yang kami tahu saling mengenal selama sembilan tahun, kami memang lebih bahagia bila bersama.Itu saja.......Egoisme manuasia muda.........(hik...menangis aku membaca ulang tulisan ini,narsis ya....biarin ah...sekali sekali nulis yang manis, mau buktiin gitu kalo isi otak kita ngk cuma bisnis he..he..he...).

Lalu ditengah arung samudra hidup kami banyak diterjang ombak,badai,ikan buas ,batu karang ah...macam macam deh.Langit biru juga terkadang kami lihat,pelangi nan indah juga samar terlihat,pulau kecil nan subur juga kadang menggoda.Lalu kami mulai belajar,ketika melihat langit biru selepas badai kami berunding "wah.... lebih nyaman ya suasana langit biru ini dibanding badai kemarin,mungkin kita harus pandai mengarahkan layar agar selalu terbawa kelangit cerah".

Atau saat semburat pelangi membayang,kamipun sontak berunding lagi ,"wah...seluruh awak kapal akan lebih gembira bila sering sering melihat pelangi",atau ketika hujan deras membuat awak kapal ,yang mulai bertambah oleh titipan Tuhan ,si bayi bayi mungil, panik.Kami tidak lagi memikirkan diri sendiri, yang kami tahu, kami harus menghangatkan bayi bayi mungil ini.

Kami belajar mencari ikan,mencari kerang ,menggunakan berbagai cara,kail,pancing, jaring.Kami belajar mendayung,mengayuh ,melaju ,mengimbangi ganasnya alam.Banyak yang kami dapat dalam pencarian itu,tapi setelah menengok kekeranjang pencarian ,kami tidak melihat apa yang benar benar kami inginkan.Karena kami tidak pernah tahu apa yang kami cari........Kami masih dalam proses belajar dari alam.....

Lalu kembali keperayaan Tahun Baru Caka kemarin..........
Kami memutuskan berhenti sejenak.........seluruh alat komunikasi di non aktifkan setelah selesai mengucapkan selamat hari raya pada sanak keluarga.Tidak lupa permohonan maaf atas semua..Handphone,telepon,laptop,semua disimpan sementara.Kami menikmati suara alam,burung ,cicak,daun,even breath,I can here my kid breathed clearly,so smooth so nature,it was back to nature............................

Kami berbincang ,"coba Bli", sebutku pada suamiku tercinta,"kita liat liat isi keranjang yuk.Sepanjang hidup sejauh ini kita selalu mencari, lalu apa saja yang sudah kita dapat",kataku bijak.Aku memang si filosofis,aku lebih banyak sentuhan mind-nya ketimbang suamiku yang lebih rasional.Beliau lebih suka yang nyata nyata saja,jalani hidup apa adanya ,kita ya kita,hari ini ya hari ini,hidup yang begini,jalani saja ,jangan banyak bicara ,ikuti saja,jangan pernah bilang ya untuk tidak ato sebaliknya.Itu suamiku banget deh..........

Tapi pada perayaan tahun Baru Caka kali ini............ seperti jadi kesepakatan tim perahu,kami duduk berdua berbincang santai sembari mendengarkan suara alam yang tiba tiba seperti suara suara baru yang cuma bisa kami dengar setahun sekali dikala Nyepi.Benar benar ,hiruk pikuk kota menelan seluruh suara alam dibumi ini.

Pembaca yang budiman harus menikmati sensasi Nyepi Di Bali,rasanya lebih alami daripada mendengarkan CD Erbe Sentanu tentang Upgrade otak yang sudah saya buktikan memang manjur itu.(BAGI ANDA YANG BERMINAT MERASAKAN SENSASI NYEPI DIBALI SILAHKAN HUBUNGI KAMI ,he....he... Promo dikit boleh dong).

Setelah cukup lama kami mulai menata apa yang kami pungut dikeranjang kami terpukau, sudah banyak sekali yang kami kumpulkan , saatnya menata.

Ternyata kami berhasil menentukan nahkoda tanpa sadar selama ini,ternyata sejauh arung samudra Bli-ku, sang bapak sang suami ,telah memimpin kami mengarahkan layar,terbukti banyak hal dirumah ini terjadi , dan ada atas keputusannya.Contoh kecil ,saya tetap bekerja dan kami menggunakan jasa pembantu atas dorongannya,meski keinginanku dulu kuat untuk tinggal dirumah mengasuh anak anak.Terimakasih Bli,arah layar itu yang membuat kita sampai disini,di kemandirian hidup berumah tangga.Contoh besar,kami tetap tinggal di Denpasar sampai sekarang,padahal dulu besar godaan untukku pulang kekampungku sendiri saja ,dimana kami dijanjikan kemanjaan hidup bersama orangtua tanpa harus pontang panting mengisi periuk nasi.Tapi lagi lagi keputusan dimenangkan oleh sang Bli yang memintaku bersabar menjalani hidup di atas kaki sendiri.Bukankah itu berarti kami telah memutuskan siapa nahkoda di perahu kecil kami?.

Kami lihat lagi kedalam keranjang.Tenyata selama ini kami memakai cinta sebagai bahan bakar perahu kami agar tetap laju.Terbukti kami berdua selalu kembali oleh cinta ketika berulang kali badai memisahkan kami,kami selalu berjuang sebagai tim saat topan berusaha merebut anak anak kami,cinta pada mereka ternyata prioritas kami,mengalahkan keinginan yang lain sebesar apapun keinginan itu.Tak usah diingatkan kembali berapa banyak badai untuk cinta kami delapan tahun ini,tapi toh sampai sekarang tak bisa diingkari kami selalu berempat disini sebagai bahan bakar perahu ini agar tetap laju.Pelukan kami berempat ,dengan tetap mengutamakan keselamatan bayi bayi kecil kami,menempatkannya didalam perlindungankami berdua membuat bahan bakar ini tetap cukup untuk perahu kecil kami....Semoga selalu begitu

Setitik air mata tak terasa membasahi pipi ketika ras syukur atas isi keranjang mulai memunjah diubun ubun.Kali kembali melihat isi keranjang.....

Ternyata selama ini kami sudah mencoba lebih dari cukup alat untuk memancing ikan,agar kami bisa menghidupi awak perahu ini.Sang nahkoda sudah mencoba 10 jenis pekerjaan berbeda.Memang tidak ada yang bertahan lama,beragam pula alasannya.Sekarang beliau sadar, kenapa selalu merubah alat pancing sementara tak ada ikan besar yang didapat?.Karena beliau sendiri tak tahu apa yang mau dipancing ,untuk apa memancing dan dimana harus memancing.Sekarang beliau tahu bukan merubah alat pancing yang diperlukannya lagi.Kenapa harus memancing, itu yang beliau baru sadari.Pekerjaanya sekarang adalah pekerjaan terlama yang dijalaninya ,karena dia selalu bilang Bli nggak bisa berhenti bekerja lagi untuk mencoba pekerjaan baru,bukan hanya karena Bli cocok dengan pekerjaan ini, tapi karena mulut mulut kecil bayi bayi kami selalu menengadah memohon disuapi agar terus hidup dan tumbuh seperti keinginan kami yang menyayanginya.Waktu tidak bisa dimohon berhenti sebentar agar kami bisa istirahat ,waktu terus berputar tak ada habisnya dan mereka butuh lebih dan lebih seiring tubuh mereka.Bli sekarang sadar,tujuan memancing adalah mencari ikan penghidupan untuk anugrah Sang Hyang Widhi ini ,dua bayi kecil kami.Bli sekarang sadar apapun alat pancingnya, tujuan utamanya adalah mendapat ikan yang besar dan lebih besar mengikuti pertumbuhan sang anak anak.Bli sekarang sadar apaun alat pancingnya, maka haruslah cukup handal untuk mampu menangkap ikan yang lebih besar atau lebih banyak.Bagaimanapun strateginya ,ikan tangkapan haruslah cukup untuk semua kebutuhan awak kapal.Bila bersisa haruslah mampu beryadnya(berderma-k) kepada sesama dan kepada yang Maha pemurah yang telah melimpahkanya.

Jelas sekali sekarang,tujuan kami memancing,apa yang harus kami pancing,cara apa yang harus kami pakai, maka kami berhenti sejenak ,memilah milah isi keranjang, memilih yang bagus ,menyingkirkan yang buruk.Karena delapan tahun arungi samudra dan hanya mencari cari tanpa tahu yang kami cari tentu banyak juga muntahan,kotoran,bau busuk,dan hal buruk lain yang masuk dalam keranjang.

Kami memutuskan berhenti sejenak dihari raya Nyepi ini,untuk menata kembali layar ,pancing ,perahu dan mental awak kapak agar kembali mengarungi samudra dengan cara yang berbeda.

Kami tahu arah perahu ini untuk sementara :
-Kesehatan keluarga,kemapanan finansial,tawa anak anak,dan seluruh awak kapal.

Kami tahu kemana perahu ini melaju :
-Kembali pada Yang Esa,dimana letak seluruh kesempurnaan berada,sebelum sampi disana kami harus menyiapkan amal,yadnya kepada alam,umat dan Yang Esa ,sebanyak yang kami mampu.

-Mengantar anak anak ini ke tempat sejahtera,kami harus mengarahkan layar kesana,mendidiknya,menyekolahkanya,menghidupinya,menyiapkan masa depannya,agar mereka berdua lebih siap dari kami mengarungi samudra hidup

-Mengantarkan seluruh balas budi diperahu ini kepada orang tua kami ,tentu orang orang yang telah membuat kami ada didunia ini yang utama ,namun tak lupa juga isi perahu ini yang berupa oleh oleh kebahagiaan akan kami haturkan juga kepada orang tua orang tua yang telah membantu kami mengarungi samudra.Banyak orang yang berperan dalam hidup kami.Tujuan perahu rumah tangga ini salah satunya adalah menyiapkan dan mengantarkan isi kebahagiaan itu kepada mereka.

Kami sudah menemukan alat memancing ikan untuk memenuhi perahu kami :
-Sang Bli sudah berhenti pada satu titik pekerjaannya yang sekarang dan meskipun dia terpaksa harus mengganti alat pancingnya nantinya(semoga tidak) ,bukan karena dia masih mencari cari alat yang cocok,tapi karena dia sudah yakin pancing pengganti menghasilkan ikan yang lebih besar,katanya.
-Sang juru masak ,juru hitung,juru tambal,guru les anak anak,pembantu seluruh keperluan perahu,yaitu (ehm,ehm) saya sendiri,saya tahu harus tetap berpegang pada titah sang nahkoda,tetap membantu tanpa mengeluh,tetap strike berhitung agar tetap bisa bertahan hidup meskipun musim badai,tak lengah mendidik anak anak meskipun sambil menambal kebutuhan ekonomi.Saya tahu tujuan utama kami dan saya akan membantu perahu ini sampai kesana apapun caranya, sambil tetap belajar bersama waktu.Saya menambah alat pancing kami tahun ini ,kami punya phototour,setelah kelontong dan mengelola kost kostan.Saya memutuskan satu kail besar yaitu pekerjaan saya disebuah perusahaan jepang,demi memaksimalkan peran sebagai pembantu diperahu ini.Anak anak butuh saya lebih banyak ,untuk belajar diperahu ini.

Berhenti sejenak di hari Nyepi..................
Hari ini kami telah melaju kembali tanpa bisa melawan karena waktu tak bisa berhenti ,bahkan detikpun adalah waktu yang berjalan....Maka hari ini perahu kecil kami kembali mengarung samudra seperti delapan tahun terdahulu.Hanya saja...sekarang kami tahu kemana perahu ini harus dilaju,siapa nahkodanya ,apa peran kami diperahu ,mengapa kami harus mendayung perahu ,mengapa kami harus memandu layar ,mengapa kami harus tetap memancing ,apa yang kami pancing,dimana kami harus memancing,dimana kami bisa melihat langit biru,pelangi dan bintang nan indah ,bagaimana kami menghindar badai ,topan dan karang.....kami banyak belajar.....

Namun kami hayalah manusia,kami hanyalah mahluk Tuhan(meskipun bukan yang paling seksi...he..he..emang Mulan Kwok),kami tetap iklas menjalani seluruh arung samudra ini,kami pasrah pada kehendak yang Maha Tahu,kami bersyukur bila semua yang kami tuju tercapai,terhindar bencana, namun kami tetap pasrahkan seluruh perahu dan isinya kepada yang Maha Penguasa.Kami percaya Widhi.Bila kehendaknya kami percaya semua itu memang sudah garis kami,alur arung samudra kami,yang sudah disiapkan agar kami menemukan hikmah dibaliknya ,seperti kami belajar dulu betapa indahnya langit biru selepas badai hitam.Kami belajar bersyukur,menikmati keindahan ,menyadari kebesaran YangEsa,lalu menikmati kebahagiaan.Mungkin kami tidak pernah tahu apa rasanya bahagia melihat lagit cerah bial kami tidak pernah dicobakan badai kelam nan menyakitkan............................

Ah....Nyepi kali ini ,...........................................

Rabu, 05 Maret 2008

JUST A HOUSE WIFE

Cihui, si jepang akhirnya memutuskan tutup kantor 3 hari dalam rangka hari raya Nyepi.Tahun lalu ngk lo...Masa libur cuma satu hari di hari H aja,buat daerah luar Bali sih ngk ngefek sama kegiatan official,buat daerah Bali bener benar hal yang ribet.Bayangin aja,H-1 itu orang udah pada pawai ogoh-ogoh,jadi kalo mo berangkat ato pulang kantor tuh mesti extra lama(ngeles ..he..he,padahal sih emang sibuk nyiapin hari raya).Trus H+1 , trafic tuh baru mulai buka,mo bandara kek,jalan raya kek , lalu lalang orang kek,ibaratnya bayi yang baru lahir ,ngerangkak aja belom (apa hubungannya coba,ah suka suka aja deh,blog blog sendiri ini).Tapi dari hati yang paling dalam memang tahun lalu itu kami,eh saya,abisnya staf lokalnya cuma atu,bener bener berat ngejalanin hari kerja di H-1 dan H+1.Ngk enak ati aja sama tetangga ,mertua ,keluarga,dan orang sekitar ,kok hari raya nyepi gitu masih aja kerja,meskipun bukan dihari H nya.Karena buat kami,hari raya selalu berentet 3 hari pada kenyataannya,ada persiapan,ada hari pemujaan ,lalu ada hari beres beres,semuanya dilakukan dengan segala rentetan upacara adatnya,yang notabene memakan waktu ngk cukup sejam lima jam.

Syukur deh si jepang udah ambil pengalaman tahun lalu,dimana meskipun kita buka kantor ,tetep aja bengang bengong ,gimana ngk,setiap ada masalah yang membutuhkan campur tangan orang lokal jadi ngk bisa diatasi,karena arus balik belum berjalan lancar ,namanya juga nyepi.Jadi begitu speddy ada masalah,dan listrik yang tiba tiba mati atau mo ambil duit ke bank,atau mo tagih invoice yang udah due date sekalipun, tetep aja ngk bisa...Mending kayak sekarang sekalian libur.
Bagaimanpun saya hanyalah seorang istri,ibu dan menantu dari sebuah keluarga.Seberapa besarpun semangat saya mengejar cita cita saya tetap harus ingat kodrat untuk kembali kedapur,kemerajan(membuat sesajen),kerare(anak anakku tercinta) dan ketempat tidur.Melakukan hal hal yang ibu banget adalah hal utama buat saya,saya senang menjadi-nya.

Jadi Nyepi tahun ini bener bener Nyepi buat saya ,karena saya ikut terlibat mempersiapkan semuanya,dari mecaru,natab,mebanten sampai mengikuti pawai ogoh ogoh bersama keluarga.Ngk seperti tahu lalu yang terpaksa sebagian didelegasikan kepembantu.Ah sedih rasanya......waktu itu.Ada yang mengambil tempatku memerankan ibu rumah.

Yah....selalu ada yang harus dikorbankan kan?Thats is human beeing.....................

Selasa, 04 Maret 2008

BELAJAR

Ternyata semua rencana seperti berlari mengejar saya.Apa yang kami rencanakan semuanya jadi out of schedull akibatnya.Dalam hal sales budget mungkin ini menguntungkan,artinya jika saya merencanakan mencapai target penjualan di kelontong 500 ribu saja sehari atau 12 juta sebulan, manakala kenyataanya kami mampu menjual lebih dari 15 juta saja itu sudah bagus dan akan sangat berdampak positif pada semangat bebisnis kami.Atau ketika kami membenahi rumah dan merencanakan pendapatan kos kosan menjadi 3,4 juta perbulan ,dan kenyataannya kami mampu mencapai nilai maksimal 5,1 juta pebulan, tentu ini menambah segar atmosfir cashflow dirumah kami.
Tapi kalau kami merencanakan menyiapakan uang bulan April untuk menambah transport bisnis tour kami,namun dealer memutuskan pengiriman mobil yang kami inden datang lebih awal,meskipun hanya selisih hitungan minggu ,tentu ini membuat kepala kami puyeng juga.Memang bisa dilihat sisi positifnya bahwa kami bisa menghandle lebih banyak tour lebih cepat dengan kedatangan mobil pesanan lebih awal ini, namun kami harus menyiapkan cash yang lumayan besar sementara uang yang memang disiapkan untuk itu masih berputar putar dimesin cashflow sampai dibulan april nanti,seperti rencana yang sudah kami susun.
Jika anda pembaca yang budiman berada dalam situasi ini apa yang akan anda lakukan?.

Lalu saya merenung ,menghilangakan memori suara panik dari staf yang tadi siang menelpon dengan nada ditekan "mobil inden sudah siap didelivery,mungkin sudah sampai akhir maret" katanya......Jika terpengaruh mungkin saya akan ikut panik,karena maret sendiri kami ada pembelian equipment lain yang juga merongrong cash flow.

Tapi saya yakin selalu ada jalan dalam setiap masalah yanga dicobakan kepada kita dalam proses pebelajaran hidup.Benar atau salah saya menjawab ujian itu,tetap saja ujian akan berlalu dan kita menuai hasilnya.Saya tidak akan memilih untuk tidak mengikuti ujian karena itu tidak akan membawa kita kemana mana.Tidak akan membuat kita belajar apa apa......