Sabtu, 15 Maret 2008

SELLING POINT

Jumat kemarin bener bener ngk ada waktu buat tarik nafas pas jam kerja(he...he.. hiperbola kadang melegakan ati sendiri lho...).Gimana nggak?.Schedull udah saya atur sedemikian rupa ,tapi budaya orang kita (termasuk saya kadang kadang) yang tidak tepat waktu membuat semua the definitly organized schedull become definitly ancur skedul.Jadi nggak enak gimana gitu sama si Jepang pada, kesannya ini udah jadi behaviornya kita gitu lho.Abisnya setiap kali nulis schedull di white board yang berhubungan dengan orang kita,baik itu vendor,tax consultan,apalagi klien ,ada aja yang saya harus re-schedull pada last minute ,padahal yang lain tu hampir nggak pernah lho.Maksudnya jika si-Jepang punya appoitment dan sudah menulis di whiteboard schedullnya ,hampir nggak pernah mengalami perubahan lagi,dan ironisnya ,mereka lalu bilang "tentu saja begitu, karena appoitment kami dengan orang asing bukan orang lokal".Jedegggg!!!!!!!!,udah kayak stemp di dahi aja kalo orang lokal tu biasa delay,telat,dsb dsb ,plus nggak pernah malu dengan keadaan itu.Wah..sebegitu parahkah pandangan atas budaya telat kita?....

Jumat sebenarnya adalah hari penting buat saya,karena setelah 2 kali iklan terbit buat nyari pengganti saya nantinya setelah saya resign,diputuskan untuk memanggil 6 orang dari mereka dihari jumat.Dan Jumat tersebut saya jadwalkan pula untuk mempertemukan tax consultan dengan GM ,sehubungan dengan tutup tahun pajak dimana urusan SPT udah harus kelar 25 maret ini.Lalu ada pula vendor yang kebetulan minta waktu meeting pada hari yang sama tentang review service kami dalam hal photo.Mereka memberi ide ide baru,menggali kekurangan selama ini dari sisi kami dan juga customer agar mereka bisa upgrade productnya.mereka juga bersedia mensuport alternatif pasar lokal yang rencananya akan dikembangkan oleh staf lokal diperusahaan kami.Sebenarnya ide pengembangan dengan vendor ini saya usulkan sekitar April tahun lalu karena waktu itu saya masih terpikir akan bertahan disini paling tidak 3 tahun lagi.Tapi follow up yang lambat membuat project itu baru bisa setlle sekarang setelah saya memutuskan resign,ya..tentunya akan ada Kadek yang lain yang mengambil alih tugas ini.Saya sangat apreciated the vendor yang satu ini karena mereka selalu bersedia belajar dan belajar lagi dengan menggali semua satisfication coment setiap kali mereka mensuport kegiatan kami sebagai penyedia jasa photo dan video.Itu makanya saya menulis schedull agar mereka bisa meeting bersama GM hari jumat tersebut.Dan mereka selalu tepat waktu....

Eh taunya...salah satu pelamar kerja menelpon 1 jam sebelum jadwal interview kalo dia minta diundur waktunya 3 jam berikutnya karena nggak dapet ijin dari tempat kerjanya yang sekarang.Masuk akal sih,apalagi dia udah bersedia menelpon untuk konfirmasi,tapi tetep aja dongkol.Berapa banyak sarjana antri untuk rebutan kerjaan dan sebenarnya bisa ikut interview menggantikan tempatnya jika dia memberitahukan ini lebih awal.Lalu lebih parah lagi tax consultan ,dia tidak datang 15 menit sebelum jadwal meeting padahal GM yang udah memundurkan jadwal untuk pertemuan lain,lalu saya berinisiatif menelpon 15 menit prior itu,dan benar saja dia memang baru bisa datang 3 jam lagi dengan all of his excuse.We pay him......!!!!!

Saya berharap bisa pergi dari perusahaan ini tanpa menyisakan kesulitan bagi pengganti saya nanti.Maksudnya agar kesan baik dan selesai dengan rapi saat saya tak disini lagi.Bukan hanya buat perusahaan ini tapi buat tanggung jawab pekerjaan saya ,tentu kita yang mau TDA tidak berharap setelah resign masih harus menerima telepon dari bekas tempat kerja kita tentang sesuatu hal yang hanya kita yang tahu bukan?Misalnya karena pelimpahan tugas yang tidak tuntas.Ah..bisa BT deh kalo masih krang- kring krang -kring ,buat urusan yang tidak tuntas itu.

Akhirnya dari 6 kandidat yang kami temui ,saya berharap salah satu dari mereka diterima oleh GM,agar cepat cepat TDA nih.

Lalu saya terpikir apa yang akan saya lakukan selepas saya dari pekerjaan ini.Dulu tamat kuliah saya langsung diterima disebuah perusahaan ritel besar di Indonesia.Perusahaan ini adalah perusahaan terbesar di Indonesia pada masanya.Kegiatannya merambah keberbagai sektor dan fokusnya adalah ritel.Mereka juga mendunia sama seperti perusahaan tempat saya sekarang.Waktu itu saya diterima disalah satu divisinya yang bergerak dalam bidang cookware yang fokus marketnya adalah export.Saya berdiri sebagai store manager salah satu outletnya dan membantu memanage counter bawahan yang kami sebar diseluruh supermarket di Bali.Pekerjaan itu benar benar berbeda dengan pekerjaan saya yang sekarang.Saya jadi banyak belajar ,bagaimana mengelola sebuah perusahaan ritel yang serba ribuan ,baik ribuan product,ribuan karyawan,ribuan item,ribuan customer ,serba cepat ,casual,dan otak dipenuhi dengan angka.Ini memicu saya membuka usaha kelontong setelah 5 tahun belajar tentang ritel,bagamaina display yang baik,bagaiman analisa selling point dan sebagainya.

Dipekerjaan saya yang sekarang saya banyak belajar bagaimana menjual service .Serba manis ,cantik,teratur,perlahan ,detail,tepat waktu,feminim,dimana kepuasan pelanggan adalah hal utama disini,tentu disetiap bisnis pula,namun di bidang service ini ,kita benar benar memperhatikan setiak jentik(emang nyamuk) gerak gerik pelanggan agar kita paham betul menciptakan kepuasannya.Pada ritel kuantitas penjualan adalah focus kami karena kualitas tentu sudah melekat pada merek dan sudah diciptakan oleh perusahaan sejak puluhan tahun sebelumnya.Di service bisnis,menjaga kualitas dari meninjau trend adalah hal utama.Gaya pesta pernikahan ala 10 th lalu tentu sudah tidak memuaskan kebanyakan gaya pesta pernikahan tahun ini.Misalnya saja editing photo pernikahan yang terus mengikuti kemajuan tehnologi .

Intinya saya akan terus belajar dimanapun saya berada ,setiap pelajaran saya harap membawa pada satu langkah kemajuan pengetahuan yang berujung pada kemajuan diri.

0 komentar: