Tadi saya sudah menulis sepanjang 3 spasi yang mugkin terdiri dari 15 baris disini dilembar yang sama.Lalu saya membacanya ulang sebelum menekan tombol publish.Saya tertegun ,di seluruh baris kalimat tertangkap keluh kesah,bahkan tersimpan kemarahan terpendam yang mengarah pada dendam.Ah betapa naifnya saya.Sering kali saya merujuk buku buku tentang positif felling,LOA,Secreat ,tapi sering kali pula saya mencari pembenaran atas kebanggaan diri ketika dendam menyelinap di dada,atas sebuah kejadian dimasa lampau.Saya seringkali merasa puasa ketika menyebut nyebut kilasan masa lalu yang menyakitkan dan menepuk dada karena berhasil melewatinya...........Ah.....rasanya seperti melihat diri sebagai ibu seorang artis yang mengumabar kemarahan pada anaknya di acara gosip gosip itu lho....(he..he..he,suka nonton acara gosip gosip juga ...)
Lalu saya buru buru menghapus posting itu.Saya ingin mengisi perasaan saya dengan perasaan perasaan baik sebisa mungkin.Bukankan kekuatan perasaan beribu kali kekuatan pikiran(saya baca dari sebuah buku Quantum Ikhlas).
Sekarang saya merasa lebih baik.Saya baru saja melewati sebuah kesulitan besar,namun intinya itu teratasi.Ketimbang mengingat betapa beratnya masalah saya seminggu kemarin ,saya lebih suka merasakan betapa nikmatnya hari ini setelah masalah tersebut dapat teratasi.Tentu saja akan ada masalah masalah lebih besar menunggu saya ,tapi saya hanya focus pada bagainaman cara mengatasinya.Saya hanya terus menerus mengalihkan perasaan pada apa rasanya saat masalah itu teratasi.Saya tak mau ambil pusing bagaimana alam menyediakan solusi buat saya,saya hanya menempatkan perasaan saya pada kondisi saat semuanya baik baik saja.Saat saya tersenyum menjalani hari,mengayun langkah dengan ringan ,menjalani hari dengan riang,karena memang semua baik baik saja.
Ini seperti testimonial diri buat saya.Saya perlu menulis dan membacanya berulang ulang untuk membenarkan perasaan baik baik saja ini.Bukan menghindar dari setiap masalah,tapi saya sudah menemukan setiap solusi dari masalah saya saat ini.Seperti yang sudah sudah,saya selalu masih disini ,baik baik saja,bangkit lagi bangkit lagi dan setiap kebangkitan berikutnya selalu saja saya sudah berada di posisi lebih tinggi dari posisi saat saya jatuh tadi.Karena saya sedang terus bergerak,keatas tidak membiarkan dir terperosok kelekukan yang lebih dalam.........
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar